Peran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia kerja semakin meningkat, menimbulkan kekhawatiran tentang potensi penggantian lapangan kerja manusia. Data survei menunjukkan bahwa sebanyak 61% dari perusahaan besar Amerika Serikat berencana untuk mengotomatisasi berbagai tugas dengan menggunakan AI pada tahun 2025.

Baca Juga:
Teknologi AI, Apakah Akan Menggantikan Pekerjaan Kita?
Daftar Pekerjaan yang Tidak Bisa Digantikan AI

Perubahan ini mencakup otomatisasi pembuatan faktur hingga laporan keuangan, di mana AI seperti ChatGPT dan chatbot lainnya telah menjadi andalan dalam menyusun postingan pekerjaan dan menyusun siaran pers. Pendekatan ini bertujuan untuk memangkas biaya, meningkatkan efisiensi, dan mendongkrak produktivitas karyawan.

Implikasi Terhadap Lapangan Kerja

Menurut Profesor Keuangan John Graham, teknologi ini menjadi kunci bagi perusahaan yang ingin tetap inovatif. Risiko tidak mengadopsi AI adalah tertinggal dalam persaingan pasar yang semakin ketat.

Sementara itu, penerapan AI juga berdampak pada lapangan kerja. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat bahwa meskipun diperkirakan sekitar 80 juta lapangan kerja dapat hilang karena otomatisasi, transformasi teknologi ini juga akan menciptakan sekitar 67 juta lapangan kerja baru dengan kebutuhan akan keterampilan baru yang relevan.

Tantangan dan Peluang Bagi Indonesia

Perkembangan ini dipandang sebagai sebuah keniscayaan dalam ekonomi digital, di mana Indonesia diingatkan untuk tidak tertinggal. Perluasan keterampilan manusia menjadi krusial dalam menghadapi revolusi digital ini, sesuai dengan pandangan Chairul Saleh dari Kemenko Perekonomian.

Baca Juga:
Apakah Indonesia Siap Menghadapi Era Kecerdasan Buatan?
Apakah Klaim Elon Musk tentang AI Benar?

Penggunaan kecerdasan buatan (AI) tidak hanya mengubah cara perusahaan beroperasi, tetapi juga memiliki dampak sosial dan ekonomi yang luas. AI memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan efisiensi melalui otomatisasi proses dan pengambilan keputusan cerdas, namun juga menghadirkan tantangan terkait regulasi, privasi data, dan kesenjangan ekonomi yang perlu diatasi.

Selain itu, adaptasi terhadap AI mempengaruhi cara kerja, pembelajaran, dan interaksi sosial. Ini menuntut penyesuaian keterampilan dan pendidikan untuk mengikuti perkembangan teknologi yang cepat. AI bukan hanya alat untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga merupakan kekuatan yang secara signifikan membentuk struktur masyarakat dan ekonomi di era digital ini.

AI

Tagged in: