Microsoft dan LinkedIn baru-baru ini merilis laporan terbaru mereka, Work Trend Index 2024, yang mengupas penggunaan kecerdasan buatan (AI) di tempat kerja. Di Indonesia, peluncuran laporan juga menyoroti meningkatnya permintaan untuk posisi Kepala Divisi AI akibat adopsi AI yang luas di perusahaan-perusahaan.

Baca Juga:
Prediksi AI tentang Pemenang Ballon d’Or Hingga 2038
Apakah Klaim Elon Musk tentang AI Benar?

Era Baru Kepala Divisi Kecerdasan Buatan

Menurut Rohit Kalsy dari LinkedIn, permintaan untuk posisi Kepala Divisi AI telah meningkat drastis dalam lima tahun terakhir. Peran ini kini menjadi krusial dalam memastikan integrasi yang merata dan efektif dari AI di seluruh bagian perusahaan. Laporan tersebut menyoroti pentingnya adopsi AI dari bawah ke atas (bottom-up), di mana karyawan mengambil inisiatif untuk menggunakan teknologi ini, mendorong pemimpin perusahaan untuk menyesuaikan strategi implementasi dari atas ke bawah (top-down).

Indonesia: Pusat Melek Kecerdasan Buatan

Indonesia memimpin dalam adopsi AI di tempat kerja, dengan 92% knowledge workers sudah menggunakannya. Angka ini jauh melampaui rata-rata global dan Asia Pasifik. Dharma Simorangkir dari Microsoft Indonesia menyatakan bahwa tingginya kreativitas dan rasa ingin tahu talenta Indonesia menjadi peluang besar dalam mendorong ekonomi digital dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Tantangan dan Peluang

Meskipun mayoritas pemimpin di Indonesia percaya akan pentingnya AI untuk menjaga keunggulan kompetitif, masih terdapat kekhawatiran bahwa banyak organisasi belum memiliki rencana yang jelas dalam menerapkan teknologi ini. Inisiatif individu dari karyawan untuk membawa AI mereka sendiri ke tempat kerja menunjukkan adanya kesenjangan antara permintaan dan penawaran dalam penggunaan AI di perusahaan.

Keterampilan AI sebagai Pendorong Rekrutmen

Laporan juga mengungkap bahwa pemimpin perusahaan semakin memprioritaskan keterampilan AI dalam rekrutmen. Sebanyak 76% pemimpin cenderung merekrut kandidat dengan pengalaman menggunakan AI, bahkan jika pengalaman kerja mereka tidak terlalu banyak. Hal ini menekankan pentingnya pengembangan keterampilan AI sebagai elemen kunci dalam meningkatkan daya saing profesional.

Pengguna AI Power

Fenomena pengguna AI Power, yang mengintegrasikan AI secara luas dalam pekerjaan sehari-hari, juga teramati di Indonesia. Sebagian besar dari mereka menggunakan AI untuk memulai dan mempersiapkan hari kerja mereka, menunjukkan bahwa AI telah menjadi bagian integral dari rutinitas kerja di Indonesia.

Baca Juga:
Teknologi AI, Apakah Akan Menggantikan Pekerjaan Kita?
Kecerdasan Buatan Berpotensi Membantu Pekerjaan Manusia

Implementasi AI di Indonesia menjanjikan potensi besar, tetapi memerlukan strategi matang untuk maksimalkan manfaatnya di berbagai sektor industri.

AI

Tagged in: