Baru-baru ini, Apple mengumumkan fitur terbaru mereka, Apple Intelligence, yang terintegrasi dalam iOS 18, iPadOS 18, dan macOS Sequoia. Fitur ini memperkenalkan serangkaian kemampuan kecerdasan buatan generatif, memungkinkan pengguna untuk membuat dan merangkum teks dengan AI, menghasilkan gambar dan emoji, serta meningkatkan kinerja asisten virtual Siri. Menariknya, visi ini sebenarnya telah diprediksi oleh pendiri Apple, Steve Jobs, lebih dari empat dekade lalu pada tahun 1985.

Baca Juga:
Prediksi AI tentang Pemenang Ballon d’Or Hingga 2038
Revolusi AI dan Dampaknya Terhadap Lapangan Kerja

Steve Jobs dan Kecerdasan Buatan Generatif

Dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial, Steve Jobs menyampaikan keinginannya untuk teknologi yang bisa merekam pandangan dari tokoh sejarah seperti Aristoteles, dalam bentuk interaktif. Jobs berharap agar teknologi masa depan dapat menyediakan akses tidak hanya untuk membaca tulisan-tulisan klasik, tetapi juga untuk bertanya dan mendapatkan jawaban secara langsung dari para tokoh bersejarah.

Apple dan Masa Depan Kecerdasan Personal

Meskipun Steve Jobs meninggal pada tahun 2011, warisan visinya terus menginspirasi inovasi di Apple, khususnya dalam pengembangan komputasi interaktif. Pada acara konferensi WWDC 2024, Craig Federighi, Senior Vice President of Software Engineering Apple, menyoroti peran penting Apple Intelligence. Sistem ini tidak hanya memasukkan model generatif ke iPhone, iPad, dan Mac, tetapi juga meningkatkan pengalaman personal. Dengan memanfaatkan konteks pribadi pengguna, Apple Intelligence memungkinkan perangkat untuk lebih responsif terhadap kebutuhan dan preferensi individu, menghadirkan kemampuan baru untuk merespons dan menyediakan informasi dengan lebih efisien.

Visi Jobs tentang komputasi interaktif tercermin dalam Apple Intelligence, yang menggabungkan AI untuk interaksi dan pengalaman pengguna yang lebih baik. Federighi menegaskan bahwa Apple Intelligence bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan menciptakan interaksi teknologi yang lebih intuitif dan personal bagi pengguna. Dengan itu, Apple tetap memimpin dalam inovasi yang mengikuti visi pendiri untuk teknologi yang terintegrasi dalam kehidupan pengguna.

Baca Juga:
Daftar Pekerjaan yang Tidak Bisa Digantikan AI
Apakah Indonesia Siap Menghadapi Era Kecerdasan Buatan?

Dengan demikian, Apple Intelligence tidak hanya menjadi evolusi teknologi yang memenuhi visi pendirinya, tetapi juga mengarahkan kita pada masa depan komputasi yang semakin interaktif dan personal.

AI

Tagged in: