Setelah sempat nyemplung ke level US$ 115.000, Bitcoin (BTC) langsung bangkit dan sekarang udah mantul ke kisaran US$ 118.300. Kenaikan ini bikin banyak orang optimis bahwa perjalanan menuju harga tertinggi sepanjang masa (ATH) bisa dimulai lagi.
Selama Jumat ke Sabtu, BTC sempat naik lebih dari 2% — lumayan buat nge-boost kepercayaan pasar kripto.
Celah CME Ketutup, Pasar Mulai Dikuasai Bull
Menurut analis kripto Ash Crypto, Bitcoin udah menutup celah harga (CME gap) di US$ 115.000 dan berhasil close di atas level penting. Artinya? Pasar lagi dikuasai si “bull” alias tren naik.
Sebelumnya, sempat ada likuidasi besar karena harga turun ke US$ 115.000, terutama buat yang pakai leverage tinggi. Tapi justru momen itu dimanfaatkan sama investor besar dan trader pro buat nambah posisi.
Target Selanjutnya Bitcoin US$ 120.000?
Sekarang, fokus market ada di angka US$ 120.000. Di level itu, ada kumpulan likuiditas besar yang bisa memicu kenaikan lanjutan kalau berhasil ditembus. Kalau berhasil lewat, ada potensi BTC ngegas sampai ke US$ 124.000 karena penutupan posisi short.
“Likuiditas itu magnet buat harga. US$ 120.000 bukan cuma terang, tapi kayak manggil BTC ke sana,” kata analis Melijn The Trader.
Baca Juga:
DPR AS Setuju Aturan Baru Kripto, Apa Dampaknya?
Bitcoin Ngebut Lagi! Apakah Target $150K di Ujung Mata?
Prediksi Gila Bitcoin Jangka Panjang
Bukan cuma pergerakan jangka pendek, prediksi jangka panjang juga bikin heboh. Tom Lee dari Fundstrat bilang Bitcoin bisa nyentuh US$ 250.000 sebelum tahun 2025 berakhir.
Bahkan, dia yakin di masa depan BTC bisa tembus US$ 1 juta per koin. Angka itu dianggap masuk akal kalau dibandingin sama total nilai emas digital — dan menurut Lee, ini realistis apalagi dengan adanya Genius Act.
Nggak cuma Lee yang optimis. Bitwise juga yakin BTC bisa tembus US$ 200.000 – US$ 230.000 tahun ini, apalagi kalau rencana pemotongan pajak Trump jalan dan utang negara makin tinggi. Sementara analis dari Stockmoney Lizards juga targetin BTC ke US$ 200.000 karena breakout teknikal.
Masuk Fase Koreksi Tapi Masih Aman
Tapi nggak semuanya mulus. Setelah gagal bertahan di US$ 115.000, BTC mulai alami koreksi dan sekarang menguji support penting di dekat harga puncak sebelumnya. Meski turun hampir 10% dari pertengahan Juli, tren naik masih dianggap sehat menurut analis Master Ananda.
Menurutnya, pergerakan seperti ini hal yang wajar di dunia kripto. Naik-turun sesekali justru jadi fondasi buat lonjakan selanjutnya — asal support penting tetap kuat.
Zona US$ 110.000 – US$ 100.000 jadi titik penting. Kalau koreksi makin dalam, harga bisa mengarah ke US$ 106.000 atau US$ 102.000 sesuai dengan level Fibonacci retracement.
Faktor Eksternal Juga Ikut Menekan
Penurunan Bitcoin juga berbarengan sama lesunya pasar saham Amerika karena laporan pekerjaan bulan Juli yang kurang memuaskan. Ditambah lagi, kekhawatiran soal tarif dagang bikin investor makin hati-hati dan pilih posisi aman.
Analis Ali Martinez melihat ada zona support kuat di sekitar US$ 107.160 — di level ini, lebih dari 11.000 BTC udah diborong. Tapi di sisi lain, ada resistensi di US$ 117.400, tempat sebelumnya sekitar 88.000 BTC pernah tertahan.
Saat ini, harga BTC berada di kisaran US$ 113.651 — naik tipis dalam 24 jam terakhir, tapi secara mingguan masih minus 4%. Supaya nggak makin turun, BTC harus bisa bertahan di atas US$ 110.000. Kalau tembus ke bawah, siap-siap turun ke US$ 106.000 atau bahkan US$ 102.000.
Baca Juga:
Altseason Dimulai? Ethereum & Doge Jadi Bintang!
Mau Coba Investasi Bitcoin? Simak Tips Aman Buat Pemula Ini
Meski sempat terpeleset, Bitcoin masih punya peluang besar buat naik lagi, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Tapi tetap, pasar kripto itu penuh kejutan — jadi waspada dan selalu update jadi kunci.
Follow terus info dan update dunia digital dan marketing bareng kami di Instagram:
👉 @seoultra.id – SEO Ultra Digital Marketing Agency!




