Pasar kripto lagi-lagi bikin heboh di pertengahan pekan ini. Sejumlah koin besar seperti Dogecoin, Ethereum, sampai Bitcoin kompak melonjak. Dogecoin jadi bintang utamanya dengan lonjakan lebih dari 8% dalam sehari, menguat ke area US$ 0,171. Ini lumayan banget mengingat harga DOGE sempat lesu di sebulan terakhir, dan sekarang berhasil mengamankan posisinya di peringkat delapan kripto dengan market cap terbesar.
Ethereum Kembali Memanas
Ethereum juga nggak mau ketinggalan. Harganya sempat menembus US$ 2.590, naik hampir 8% dalam 24 jam terakhir. Data dari berbagai platform menunjukkan antusiasme investor yang mulai pulih, apalagi Bitcoin juga merangkak naik ke kisaran US$ 109.000–109.600, level tertinggi dalam tiga minggu terakhir. Meski begitu, sorotan justru lebih banyak tertuju ke altcoin yang performanya lebih agresif ketimbang BTC.
Menurut beberapa analis, euforia ini didorong optimisme soal adopsi kripto yang makin meluas. Ditambah lagi, sinyal dari regulator global yang lebih “ramah” bikin investor institusi mulai berani masuk ke pasar altcoin.
Baca Juga:
Bitcoin Lagi Sepi, Tapi Diam-Diam Banyak yang Kumpulin
Pasar Bitcoin Sepi, Tapi AI ChatGPT Ramai di Dunia Trading!
Katalis dari Sektor Lain
Nggak cuma sentimen kripto sendiri, faktor eksternal juga jadi pemicu. Dari Amerika, Presiden Donald Trump mengumumkan kesepakatan dagang baru dengan Vietnam, membuka peluang ekspor bagi produsen AS. Sementara itu, Ripple lagi sibuk ngurus izin bank nasional ke OCC, langkah penting yang bisa memperkuat posisinya di industri pembayaran resmi.
Dari The Fed, muncul juga nada dovish alias lebih lunak, yang memunculkan harapan penurunan suku bunga dalam waktu dekat. Pasar saham kayak Nasdaq dan S&P 500 pun ikut merespons positif, meski naiknya cuma tipis.
Risiko Masih Mengintai
Tapi jangan keburu euforia, karena ketidakpastian makroekonomi tetap menghantui. Anggaran pemerintahan AS masih terkatung-katung di Kongres, negosiasi dagang dengan China belum ada titik temu, dan ketegangan geopolitik di Ukraina dan Timur Tengah terus bikin pasar waspada.
Di sisi lain, arus dana ke ETF spot Bitcoin malah negatif pada Selasa kemarin, mengakhiri 15 hari berturut-turut aliran modal masuk. Ini jadi sinyal bahwa sebagian investor memilih bermain aman.
Ethereum Siap “Lepas Landas”?
Analisa teknikal dari trader Cas Abbe menunjukkan ETH sedang meniru pola pergerakan 2019. Saat itu, Ethereum sempat fake breakout dan fake breakdown sebelum akhirnya terbang dari US$ 230 ke atas US$ 330. Di 2025 ini, pola serupa terjadi: ETH konsolidasi di kisaran US$ 2.380–2.829, fake breakout, fake breakdown, dan sekarang mulai naik lagi ke atas US$ 2.600.
Kalau pola ini berjalan sesuai prediksi, ETH bisa tembus US$ 2.820 sebagai konfirmasi bullish, dan target lanjutannya bisa ke US$ 3.200. Tapi kalau ETH malah jatuh lagi di bawah US$ 2.500, sinyal bullish ini bisa batal.
Seorang trader lain, Merlijn, menegaskan bahwa Ethereum baru saja sukses retest area breakout dan memantul sempurna di zona support baru. Ini disebutnya sebagai “launchpad” untuk reli selanjutnya. Saat ini, ETH diperdagangkan di sekitar US$ 2.601, menunjukkan kenaikan 8% dalam sehari.
Baca Juga:
Harga Ethereum Siap Tancap Gas? Ini Analisis Terbarunya
Rekor Harga Bitcoin dan Tren Pasar Kripto Terkini
Pasar kripto lagi seru-serunya dengan altcoin memimpin reli, terutama Ethereum yang memperlihatkan potensi teknikal untuk naik lebih tinggi. Walau masih ada banyak risiko eksternal yang bikin pasar bisa berubah arah sewaktu-waktu, pola yang terbentuk pada ETH menyalakan harapan bagi investor yang optimis.
Yuk, ikuti info dan tips digital marketing lainnya di Instagram kami 👉 SEO Ultra Digital Marketing Agency.




