Kalau lagi wawancara kerja, pasti ada satu pertanyaan yang sering bikin mikir keras: “Berapa sih gaji yang kamu harapkan?”. Nah, menariknya, Bill Gates—si pendiri Microsoft yang juga miliarder dan filantropis—pernah kasih contoh cara jawab pertanyaan ini dengan cara yang nggak biasa tapi elegan.
Waktu ngobrol bareng bintang NBA Stephen Curry di sebuah acara YouTube, Gates pura-pura jadi kandidat yang lagi ngelamar kerja di Microsoft. Di situ, dia nunjukin cara negosiasi gaji yang cerdas, nggak kaku, dan nggak bikin canggung.
Gaji Nggak Selalu Tentang Angka
Pas ditanya soal ekspektasi gaji, Gates nggak langsung blak-blakan sebut nominal. Dia justru ngajak rekruter buat mikirin gambaran yang lebih besar: tujuan jangka panjang perusahaan.
Alih-alih minta gaji besar, dia malah bilang lebih tertarik sama opsi saham. Kenapa? Karena dia yakin banget sama masa depan perusahaan itu sendiri. Dia lebih pilih jadi bagian dari pertumbuhan perusahaan daripada cuma dapat gaji tunai gede di awal. Ini nunjukkin kalau dia berani ambil risiko yang terukur dan percaya sama prospek jangka panjang.
Baca Juga:
Kamu Gen-Z? Coba Tips Negosiasi Gaji ini Saat Interview Kerja!
10 Pekerjaan Dengan Gaji Tertinggi di Indonesia
Percaya Diri Tapi Tetap Rendah Hati
Ada satu kalimat dari Gates yang cukup ngena dan bisa jadi trik buat kamu juga. Dia bilang,
“Saya dengar beberapa perusahaan lain nawarin saya bayaran lebih tinggi.”
Kalimat ini simpel tapi efektif. Maksudnya, dia pengen ngasih tahu kalau dia memang kandidat yang diincar banyak perusahaan, tapi dia nggak secara langsung minta angka fantastis. Ini bentuk negosiasi yang elegan dan nggak terkesan maksa.
Kenapa Harus Mempekerjakan Kamu?
Selain soal gaji, Gates juga ngasih contoh jawaban untuk pertanyaan lain yang sering muncul di interview: “Kenapa kami harus memilih kamu?”.
Jawabannya nggak sekadar ngomongin skill coding atau kemampuan teknis lainnya. Gates justru menyoroti bahwa dia adalah orang yang suka belajar, bahkan belajar melebihi apa yang diajarkan di kelas. Dia juga bilang kalau dia bisa kerja bareng tim, meskipun kadang suka terlalu jujur kalau ngasih kritik. Tapi, itu bagian dari proses belajar juga, kan?
Jadi, selain nunjukkin skill teknis (hard skill), kamu juga perlu menunjukkan bahwa kamu bisa kerja sama dengan baik dan punya semangat berkembang (soft skill).
Baca Juga:
Gen Z Sering Gagal Interview Kerja? Ini Masalahnya!
Ingin Gaji Naik? Kemampuan Ini Perlu Dimiliki oleh Fresh Graduate
Pelajaran dari Bill Gates ini jelas: ketika wawancara kerja, kamu perlu memadukan rasa percaya diri dengan cara komunikasi yang bijak. Nggak semua harus langsung sebut angka, kadang cara kamu membangun obrolan justru bisa bikin penilaian recruiter jadi lebih positif.
Kalau kamu mau belajar lebih banyak tentang tips karier, personal branding, dan digital marketing, pantengin terus blog SEO Ultra ya!
Dan jangan lupa follow Instagram kami di @seoultra.id biar selalu update dengan insight dan tips menarik lainnya seputar dunia digital!




