Bitcoin (BTC) mengalami penurunan drastis setelah harganya jatuh di bawah US$ 100.000. Kejadian ini memicu likuidasi besar-besaran senilai lebih dari US$ 2 miliar di pasar kripto. Menurut laporan dari cointelegraph.com, kejatuhan tersebut menciptakan kekhawatiran di kalangan investor, terutama karena belum ada tanda pemulihan dalam waktu dekat.
Harapan pada Konferensi David Sacks Tidak Terpenuhi
Komunitas kripto sempat menaruh harapan besar pada konferensi pers David Sacks, pejabat administrasi Donald Trump yang menangani kebijakan aset digital. Namun, pada 4 Februari, Sacks hanya memberikan pernyataan diplomatis mengenai rencana pembentukan Cadangan Strategis Bitcoin.
“Presiden Trump saat ini hanya meminta evaluasi kelayakan rencana tersebut,” ungkap Sacks.
Pernyataan ini membuat kepercayaan investor terhadap kemungkinan pembentukan Cadangan Bitcoin Nasional AS pada 2025 menurun drastis.
Baca Juga:
Kenapa Harga Bitcoin Selalu Alami Pola yang Berulang?
ETF BTC dan ETH Meningkat, MicroStrategy Siap Borong Lagi!
Tekanan Jual Meningkat di Pasar Kripto
Tekanan jual semakin intensif setelah data dari XBTManager mengungkapkan bahwa sebanyak 49.700 BTC yang sebelumnya tidak aktif selama 6-12 bulan tiba-tiba berpindah tangan dalam 24 jam terakhir. Dalam dunia kripto, pergerakan seperti ini sering diasosiasikan dengan aksi jual besar-besaran yang memicu penurunan harga lebih lanjut.
“Sebagian besar Bitcoin ini kemungkinan akan dijual dalam beberapa hari ke depan, menciptakan tekanan jual signifikan di pasar,” ujar XBTManager.
Platform analisis investasi Alpharactal menyatakan bahwa sentimen pasar kini memasuki zona bearish. Namun, mereka juga melihat kondisi ini sebagai peluang bagi investor jangka panjang.
“Strategi terbaik adalah menunggu hingga indikator pasar menunjukkan level terendah. Hal ini membantu investor membuat keputusan cerdas dan menghindari efek ‘ikut-ikutan’ yang sering terjadi di pasar kripto,” kata Alpharactal.
Potensi Penurunan Berdasarkan Analisis Teknikal
Secara teknikal, grafik 1 jam Bitcoin menunjukkan pola segitiga simetris, yang mengindikasikan potensi pergerakan besar dalam waktu dekat. Namun, kurangnya dorongan beli yang kuat membuka peluang bagi Bitcoin untuk turun ke kisaran US$ 94.100 – US$ 92.600.
Saat ini, Bitcoin masih bergerak tanpa arah yang jelas setelah konsolidasi selama 24 jam terakhir. Berdasarkan pola sebelumnya, Bitcoin kemungkinan akan mengisi celah nilai wajar di US$ 99.500 sebelum melanjutkan penurunan lebih jauh.
Di tengah tekanan pasar, data terbaru menunjukkan bahwa alamat ‘whale’ telah menambahkan lebih dari 30.000 BTC selama penurunan ini. Sejarah mencatat bahwa akumulasi besar seperti ini sering kali diikuti oleh pemantulan harga dalam jangka pendek.
Tahun 2024 Jadi Titik Balik Bitcoin di Pasar Kripto
ARK Invest dalam laporan “Big Ideas 2025” mengungkapkan bahwa volatilitas tahunan Bitcoin pada 2024 turun ke rekor terendah. Volatilitas satu tahun yang disetahunkan berada di bawah 50%, jauh lebih rendah dibandingkan 80% pada 2022 dan lebih dari 100% pada 2018. Penurunan ini disertai pengembalian luar biasa sebesar 122,2% untuk Bitcoin di tahun yang sama.
Laporan tersebut juga mencatat peluncuran 11 dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) di Amerika Serikat pada Januari 2024 sebagai faktor signifikan. ETF Bitcoin spot AS ini mengumpulkan lebih dari $100 miliar aset bersih pada akhir 2024, menjadikannya peluncuran ETF paling sukses dalam sejarah.
Setelah peristiwa halving pada April, tingkat inflasi Bitcoin turun menjadi 0,9%, pertama kalinya tingkat penerbitan berada di bawah pertumbuhan pasokan emas jangka panjang.
Perkembangan Regulasi Stablecoin
Stablecoin juga mencatat terobosan besar pada 2024 dengan nilai transaksi tahunan melonjak menjadi $15,6 triliun, melampaui transaksi Visa dan Mastercard masing-masing sekitar 119% dan 200%. Meskipun jumlah transaksi stablecoin per bulan hanya 110 juta, nilai per transaksi stablecoin jauh lebih tinggi dibandingkan dengan jaringan kartu tersebut.
Stablecoin menjadi fokus regulasi di Kongres AS. Senator Bill Hagerty memperkenalkan Undang-Undang Kejelasan Pembayaran Stablecoin 2024, yang dikembangkan dari proposal sebelumnya. Selain itu, Senator Kirsten Gillibrand dan Cynthia Lummis mempresentasikan RUU bipartisan untuk menciptakan kerangka kerja regulasi stablecoin.
Baca Juga:
Pasar Kripto dan $TRUMP Anjlok, Berpotensi Jadi Bom Waktu
Prediksi Harga Bitcoin Februari 2025
Setelah kemenangan Partai Republik di Kongres pada pemilu November, Perwakilan Tom Emmer menekankan pentingnya meloloskan legislasi stablecoin untuk menetapkan regulasi kripto yang jelas. Miller Whitehouse-Levine dari DeFi Education Fund menyebut adanya “konsensus luas” di Kongres mengenai regulasi stablecoin.
