Harga Bitcoin menunjukkan pemulihan pada hari Selasa setelah sebelumnya mengalami penurunan tajam. Pergerakan ini didukung oleh aksi beli murah di bawah level $100.000. Meski demikian, para pedagang tetap waspada terhadap tekanan pasar yang muncul akibat kekhawatiran mengenai perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Performa Harga Bitcoin dan Altcoin

Pasar kripto juga tengah mengamati langkah Presiden AS, Donald Trump, yang mengusulkan regulasi kripto yang lebih ramah setelah menandatangani perintah eksekutif minggu lalu. Namun, langkah ini dinilai kurang memberikan dampak signifikan.

Selain itu, token memecoin bernama $TRUMP, yang diluncurkan oleh Presiden Trump, tampaknya menemukan titik stabil setelah kehilangan sekitar 60% nilainya sejak puncak peluncurannya.

Pada hari Selasa, Bitcoin naik 2,7% ke level $103,036.4 pada pukul 12:56 WIB, setelah sebelumnya sempat jatuh di bawah $100.000 pada hari Senin. Performa ini mencerminkan rebound yang cepat dari level kunci.

Sementara itu, mata uang kripto lainnya juga mengalami kenaikan. Ether naik 2,2% menjadi $3,209.99, dan XRP meningkat 5,7% ke $3,1040. Token $TRUMP mencatat rebound 12% menjadi $29,898 setelah mencapai level terendah $24,736 minggu ini. Altcoin lainnya seperti Cardano, Solana, dan Polygon mencatat kenaikan antara 0,2% hingga 5%, sementara Dogecoin naik 4,3%.

Baca Juga:
ETF BTC dan ETH Meningkat, MicroStrategy Siap Borong Lagi!
Pasar Kripto dan $TRUMP Anjlok, Berpotensi Jadi Bom Waktu

Tekanan dari Wall Street dan DeepSeek AI

Pasar kripto tertekan oleh kerugian besar di Wall Street, terutama di sektor teknologi. Saham NVIDIA Corporation (NASDAQ:NVDA) menjadi sorotan setelah rilis DeepSeek R1 dari China, model AI yang mampu menyaingi ChatGPT dengan perangkat keras yang lebih sederhana dan anggaran yang lebih kecil.

Kekhawatiran ini memicu aksi jual di pasar global, termasuk pasar kripto. Indeks saham berjangka AS juga diperdagangkan sedikit lebih rendah di Asia pada hari Selasa, menandakan kekhawatiran terhadap pelemahan lebih lanjut dalam aset berisiko.

Kebijakan Trump dan Ketidakpastian Regulasi Kripto

Sentimen pasar tetap lemah setelah Presiden Trump mengancam akan memberlakukan tarif perdagangan universal. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, sebelumnya mengusulkan pendekatan bertahap dengan tarif awal sebesar 2,5%. Namun, Trump menyatakan akan memberlakukan tarif yang jauh lebih besar.

Dalam hal kebijakan kripto, perintah eksekutif Trump minggu lalu hanya memberikan sedikit kejelasan. Meskipun ada wacana mengenai cadangan aset digital strategis, detailnya belum dijelaskan. Menariknya, Bitcoin sama sekali tidak disebutkan dalam perintah tersebut.

Sementara itu, di Arizona, anggota parlemen mengusulkan RUU yang memungkinkan investasi negara dalam Bitcoin. Namun, prospek RUU ini masih jauh dari kata disetujui, mengingat tantangan sebelumnya untuk menjadikan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah.

Analisis Pola Harga Bitcoin Berdasarkan Metode Wyckoff

Menurut metode Wyckoff, pergerakan harga Bitcoin dapat dibagi menjadi empat fase utama: akumulasi, lonjakan harga, konsolidasi, dan kelanjutan tren. Memahami pola ini membantu investor memprediksi arah pasar dengan lebih baik.

Dari Akumulasi ke Lonjakan Harga

Fase pertama adalah akumulasi, di mana Bitcoin diperdagangkan pada level rendah dalam jangka waktu tertentu. Harga biasanya stabil dalam kisaran sempit, menandakan bahwa pelaku pasar sedang mengumpulkan aset.

Setelah fase ini, harga melonjak tajam, menandai keluar dari zona konsolidasi dan mencetak level harga baru. Tahap ini dikenal sebagai pergerakan harga cepat.

Membangun Momentum dan Kelanjutan Tren

Selanjutnya, Bitcoin memasuki fase membangun momentum. Pada tahap ini, harga bergerak mendatar, mencerminkan jeda sementara sebelum melanjutkan tren naik. Ketika momentum semakin kuat, harga memasuki fase kelanjutan tren, dengan tren bullish yang semakin jelas.

Distribusi dan Penurunan Harga

Tidak selamanya harga akan terus naik. Fase distribusi menandai awal dari perubahan arah pasar. Pada tahap ini, harga Bitcoin berada di level tinggi, tetapi tekanan jual meningkat karena pelaku pasar mulai melepas aset mereka. Hal ini sering kali diikuti oleh pergerakan harga cepat menuju tren penurunan.

Baca Juga:
Pasar Kripto Alami Lonjakan Berkat Kembalinya Donald Trump
Kebijakan Tarif Global Trump dan Dampaknya pada Pasar Kripto

Perilaku harga Bitcoin cenderung mengikuti pola akumulasi, kenaikan, distribusi, dan penurunan. Pola-pola ini memberikan wawasan berharga bagi investor dalam memahami arah pasar. Fase konsolidasi, misalnya, sering menjadi sinyal awal tren naik, sementara distribusi menjadi indikasi kemungkinan tren turun.

Kenapa Harga Bitcoin Selalu Alami Pola yang Berulang

Tagged in: