Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, tengah mempertimbangkan rencana untuk menerapkan tarif secara menyeluruh guna mengubah arah perdagangan global. Kebijakan ini direncanakan akan menggunakan International Economic Emergency Powers Act (IEEPA) sebagai landasan hukum utamanya. Langkah ini diprediksi akan memberikan pengaruh signifikan terhadap ekonomi dunia, termasuk pasar kripto.

Penggunaan IEEPA untuk Kebijakan Tarif

Melansir dari Coingape.com, Trump berencana memanfaatkan IEEPA untuk memberlakukan tarif secara cepat tanpa memerlukan justifikasi keamanan nasional yang kompleks. Tujuan utama dari kebijakan ini adalah menyeimbangkan perdagangan global dan memperkuat sektor manufaktur di Amerika Serikat.

Pendukung kebijakan ini menilai tarif akan membantu menghidupkan kembali industri dalam negeri dan memperkuat ekonomi nasional. Namun, sejumlah pihak khawatir bahwa langkah ini dapat meningkatkan ketidakpastian dalam perdagangan internasional dan memengaruhi stabilitas pasar keuangan.

Baca Juga:
Harga Bitcoin Hari Ini Turun Tajam, Investor Tidak Perlu Panik
MicroStrategy Beli Bitcoin Lagi, Ahli: Waspada Bulan Februari

Wewenang Presiden untuk Memberlakukan Tarif

Menurut Kelly Ann Shaw, asisten deputi Trump di bidang ekonomi internasional, presiden memiliki kewenangan luas untuk memberlakukan tarif.

“Ada banyak dasar hukum untuk melakukannya,” ungkap Shaw.

Meski demikian, negara-negara mitra dagang Amerika diperkirakan akan merespons kebijakan ini dengan tindakan balasan. Hal tersebut berpotensi memicu ketegangan dalam hubungan perdagangan internasional.

Dampak pada Inflasi dan Kebijakan Moneter

Gubernur Federal Reserve, Christopher Waller, menjelaskan bahwa tarif kemungkinan tidak akan berdampak besar pada inflasi jangka panjang. Ia mencatat bahwa inflasi di Amerika Serikat saat ini masih di atas target 2% hingga akhir 2024, namun tren penurunan diharapkan terus berlanjut hingga 2025.

“Tarif ini mungkin tidak memiliki dampak signifikan pada inflasi jangka panjang,” ujarnya.

Waller juga mendukung rencana pemotongan suku bunga lebih lanjut pada 2025, asalkan inflasi terus menunjukkan perbaikan. The Fed sendiri telah menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada akhir 2024 dan mungkin melanjutkan kebijakan ini jika tren inflasi tetap terkendali.

Pengaruh pada Pasar Kripto

Kebijakan tarif ini diperkirakan akan memengaruhi pasar kripto, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pemotongan suku bunga sering kali menciptakan sentimen risk-on, di mana investor lebih berani mengambil risiko dan beralih ke aset digital seperti Bitcoin dan Ethereum.

Namun, ketidakpastian akibat kebijakan tarif dapat mengguncang kepercayaan pasar global. Situasi ini dapat memengaruhi keputusan investor, baik untuk tetap bertahan di aset digital maupun kembali ke instrumen yang lebih stabil.

Jika tarif memicu gangguan pada perdagangan internasional, kepercayaan pada sistem keuangan tradisional bisa menurun. Dalam kondisi ini, mata uang kripto sering dipandang sebagai alternatif yang lebih aman karena sifatnya yang terdesentralisasi.

Sebaliknya, jika tarif menimbulkan tekanan inflasi yang signifikan, The Fed mungkin menunda atau bahkan membatalkan kebijakan pemotongan suku bunga. Hal ini berpotensi meredam optimisme di pasar kripto, mengingat investor cenderung mencari aset yang lebih stabil dalam situasi seperti itu.

Siklus Pasar Kripto: Koreksi atau Peluang?

Michael van de Poppe, seorang analis kripto terkemuka, memberikan pandangan optimis meskipun pasar saat ini sedang mengalami tekanan. Menurutnya, koreksi yang terjadi saat ini adalah guncangan sementara sebelum pasar altcoin mengalami lonjakan besar.

“Tren historis dan berbagai faktor ekonomi akan menjadi pemicu kebangkitan altcoin dalam waktu dekat,” ungkap Poppe.

Poppe mencatat bahwa lonjakan besar altcoin pernah terjadi pada 2017 dan 2021. Dengan melihat tren yang ada, ia yakin tahun-tahun mendatang akan memberikan peluang besar bagi altcoin.

Faktor-Faktor Pendorong Kebangkitan Altcoin

Poppe mengidentifikasi beberapa faktor yang dapat mendorong kebangkitan altcoin:

  1. Pernyataan Trump tentang Suku Bunga
    Trump menyebut bahwa suku bunga saat ini terlalu tinggi dan perlu diturunkan. Poppe melihat ini mirip dengan pernyataan Trump pada 2016, yang saat itu diikuti oleh melemahnya nilai dolar AS.
  2. Ketidakpastian Ekonomi
    Inflasi yang meningkat, pertumbuhan ekonomi yang melambat, dan melemahnya pasar tenaga kerja diperkirakan memaksa pemerintah untuk mengadopsi kebijakan pelonggaran kuantitatif (QE).
  3. Harga Altcoin di Titik Terendah
    Saat ini, banyak altcoin berada di level terendah terhadap Bitcoin. Menurut Poppe, ini adalah tanda bahwa potensi kenaikan masih sangat besar.

Baca Juga:
Bitcoin Menuju Rekor Baru di 2025, Menjanjikan?
Bybit dan Koin Meme Melonjak di 2024, Bagaimana di 2025?

Poppe juga menyebutkan adanya diskusi antara perusahaan kripto dan tim dari Trump yang menunjukkan perkembangan positif bagi altcoin. Ia meyakini bahwa altcoin saat ini masih sangat undervalued dan akan mengalami lonjakan besar dalam dua hingga lima tahun ke depan.

“Sekarang adalah waktu untuk tetap bertahan dan memegang posisi Anda. Sebagian besar altcoin berada di level terendah siklusnya. Puncak pasar biasanya terjadi saat euforia tinggi, yang mana belum terjadi saat ini,” pungkas Poppe.

Kebijakan Tarif Global Trump dan Dampaknya pada Pasar Kripto

Tagged in: