SEO Konten

Duplicate Content Checker

Tempel dua teks — draf vs versi terbit, artikel Anda vs milik kompetitor, atau halaman Anda vs salinan sindikasi — dan lihat persis seberapa besar tumpang tindihnya, kalimat demi kalimat.

Pencocokan berbasis word-shingle (urutan kata berurutan), jadi berfungsi untuk bahasa berskrip Latin apa pun. Bahasa yang ditulis tanpa spasi antar kata (mis. Mandarin, Thai, Khmer) memberi sinyal yang lebih kasar — anggap skornya sebagai indikasi arah, bukan angka pasti, untuk bahasa tersebut.

Apa yang diperiksa alat ini

Mesin pencari waspada terhadap halaman yang secara substansial mengulang konten yang sudah terindeks di tempat lain — baik itu di-scrape, disindikasikan tanpa atribusi, atau draf lama yang tak pernah ditulis ulang. Alat ini mengukur tumpang tindih tekstual nyata antara dua dokumen: skor kemiripan keseluruhan, kalimat mana yang identik kata demi kata atau parafrase dekat, dan satu frasa verbatim terpanjang yang dimiliki bersama.

Cara skor dihitung

Mesin ini menggunakan w-shingling — teknik yang sama yang dipakai mesin pencari dan alat anti-plagiarisme untuk deteksi hampir-duplikat — bukan diff karakter naif, sehingga paragraf yang diurutkan ulang dan suntingan kecil tetap terdeteksi.

Kemiripan dokumen (Jaccard pada shingle)

Kedua teks dipecah menjadi urutan 6 kata yang saling tumpang tindih ("shingle"). Indeks Jaccard — shingle yang sama dibagi total shingle unik — memberi skor kemiripan keseluruhan yang tahan terhadap pengurutan ulang paragraf.

Tumpang tindih konten (containment)

Jaccard saja bisa meremehkan kasus ketika satu teks jauh lebih pendek dari yang lain (kutipan pendek di dalam artikel panjang mendapat skor Jaccard rendah walau 100% kutipan itu tersalin). Containment mengukur berapa persen shingle teks yang lebih pendek muncul di teks yang lebih panjang, di kedua arah, sehingga menangkap kasus ini.

Pencocokan tingkat kalimat

Setiap kalimat di Teks A dibandingkan dengan setiap kalimat di Teks B menggunakan teknik overlap shingle yang sama pada butiran lebih halus, lalu diklasifikasikan sebagai identik, hampir duplikat (tumpang tindih tingkat parafrase), atau unik.

Rangkaian verbatim terpanjang

Di antara pasangan kalimat yang cocok, alat ini menemukan rangkaian kata berurutan yang identik persis terpanjang yang dimiliki bersama kedua teks — satu rangkaian verbatim panjang adalah sinyal duplikat konten yang lebih kuat daripada skor rata-rata yang sedang.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa persen tumpang tindih yang dianggap "duplicate content" oleh Google?

Google tidak pernah mempublikasikan ambang batas pasti, dan deteksi hampir-duplikat hanyalah salah satu dari banyak sinyal. Sebagai panduan praktis: tumpang tindih 30-55% layak ditinjau, 55% ke atas (terutama dengan beberapa kalimat identik persis atau satu rangkaian verbatim panjang) adalah risiko nyata kedua halaman saling bersaing (kanibalisasi) atau salah satunya dianggap tidak orisinal.

Apa yang harus saya lakukan jika dua halaman saya sendiri mendapat skor tinggi?

Bedakan kontennya secara berarti (sudut pandang berbeda, lebih mendalam, intent berbeda) lalu saling tautkan, atau pilih halaman yang lebih kuat dan lakukan redirect 301 / canonical dari halaman yang lebih lemah ke halaman itu. Menerbitkan dua halaman yang hampir identik untuk kata kunci yang sama jarang membantu keduanya rank.

Saya sedang memeriksa konten sindikasi — apakah duplikasi selalu buruk?

Tidak. Mesin pencari menangani konten sindikasi yang sah dengan baik selama halaman canonical-nya jelas — gunakan tag rel="canonical" lintas domain yang menunjuk ke konten asli pada salinan sindikasi, atau pastikan mitra sindikasi melakukannya.

Apakah alat ini mengirim teks saya ke suatu tempat?

Kedua teks dikirim sekali, melalui HTTPS, ke server kami untuk menjalankan perbandingan (diperlukan agar logika pencocokan tetap di sisi server dan konsisten), dan tidak disimpan setelah permintaan selesai.