Di era digital yang kian maju, masyarakat masih dihadapkan pada ancaman dari penjahat siber. Berikut adalah beberapa modus penipuan siber yang perlu diwaspadai.
1. Penipuan Mengatasnamakan Pegawai Pajak
Berdasarkan penjelasan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP), penjahat siber kini berpura-pura menjadi pegawai pajak untuk menipu masyarakat. Mereka menggunakan email atau aplikasi pesan untuk meminta pembayaran utang pajak, dengan cara meminta korban mengirimkan uang langsung kepada mereka.
Baca Juga:
Lupa Password WiFi? Ini Solusinya!
Aplikasi Apa Sih yang Paling Boros Pakai Kuota Data Internet?
2. Modus Terkait Pemilu
Menjelang Pemilihan Umum 2024, penipuan baru muncul dengan menggunakan nama Panitia Pemungutan Suara (PPS). Pelaku mengirim pesan berisi file APK palsu yang bisa membahayakan perangkat korban. Direktorat Tindak Pidana Siber mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap modus ini.
3. Penipuan melalui Kurir
Sejak 2022, modus penipuan dengan menyamar sebagai kurir, seperti J&T Express, masih aktif. Penipu mengirimkan pesan dengan file bernama ‘LIHAT Foto Paket’ yang sebenarnya adalah file APK. Korban yang terpedaya bisa kehilangan uang dari rekening mereka.
4. Undangan Pernikahan Palsu
Penipu juga memanfaatkan momen undangan pernikahan dengan mengirimkan file APK berjudul ‘Surat Undangan Pernikahan Digital’. Korban diajak untuk membuka file tersebut dengan harapan agar mereka terjebak dalam penipuan.
5. Surat Tilang Palsu
Kejahatan ini menggunakan modus pengiriman surat tilang lewat WhatsApp. Pelaku mengaku dari kepolisian dan meminta korban untuk membuka file APK yang diklaim sebagai surat tilang.
6. Penipuan Menggunakan Nama MyTelkomsel
Pelaku mengaku dari aplikasi MyTelkomsel dan meminta calon korban untuk mengunduh file APK. Setelah diunduh, mereka akan meminta akses ke data pribadi korban, yang memungkinkan pelaku mengakses informasi sensitif.
7. File APK Tersamarkan sebagai PDF
Modus ini melibatkan penyamaran file APK sebagai file PDF untuk menyembunyikan niat jahat. Penipu mengirimkan file yang terlihat seperti daftar orderan, padahal sebenarnya itu adalah file berbahaya.
8. Foto Blur yang Menipu
Modus ini mengklaim berasal dari Bank CIMB Niaga dengan pesan yang meminta korban mengisi data pribadi. Meskipun terlihat tidak mencolok, ini adalah upaya phishing yang dapat mengakibatkan pencurian data.
Baca Juga:
Jaringan WiFi Nggak Muncul di Laptop? Gini Cara Atasinya!
11 Cara Mudah Cek Koneksi Internet Tanpa Ribet!
Dengan memahami modus penipuan siber ini, diharapkan masyarakat akan lebih waspada saat berinteraksi di dunia digital.
