Persaingan handheld gaming PC semakin sengit dengan hadirnya Asus ROG Ally sebagai penantang serius Steam Deck. Dalam duel ROG Ally vs Steam Deck, keduanya sama-sama menawarkan pengalaman bermain game PC secara portabel, tetapi membawa pendekatan dan keunggulan yang berbeda.

ROG Ally lebih fokus pada performa tinggi, layar tajam, dan fleksibilitas Windows. Sementara itu, Steam Deck menawarkan pengalaman yang lebih simpel, nyaman, dan terasa seperti konsol sungguhan.

Lalu, dalam duel ROG Ally vs Steam Deck, mana yang sebenarnya lebih worth it untuk dibeli? Yuk, kita bongkar satu per satu.

Spesifikasi ROG Ally vs Steam Deck

Sebelum membahas lebih jauh, berikut gambaran spesifikasi utama ROG Ally Z1 Extreme dan Steam Deck OLED.

SpesifikasiAsus ROG Ally Z1 ExtremeSteam Deck OLED
Layar7 inci IPS7,4 inci OLED
Resolusi1920 x 1080 piksel1280 x 800 piksel
Refresh Rate120Hz90Hz
ProsesorAMD Ryzen Z1 ExtremeCustom AMD APU
Arsitektur CPUZen 4Zen 2
Arsitektur GPURDNA 3RDNA 2
RAM16GB LPDDR516GB LPDDR5
Sistem OperasiWindows 11SteamOS
Daya Maksimum APUHingga 30WHingga 15W
PenyimpananSSD dengan dukungan microSDSSD dengan dukungan microSD
Kontrol Belakang2 tombol4 tombol
TrackpadTidak ada2 trackpad

Dari spesifikasi saja, kelihatan kalau ROG Ally punya keunggulan dalam urusan tenaga dan kualitas layar. Namun, spesifikasi tinggi belum tentu otomatis membuatnya menang di semua aspek.

Baca Juga:
Fantech vs Rexus, Mana yang Lebih Worth It?
Ghost of Tsushima Layak Dimainkan? Ini Review Lengkapnya

Layar: Lebih Tajam vs Lebih Memanjakan Mata

Salah satu perbedaan terbesar antara ROG Ally vs Steam Deck ada di bagian layar.

ROG Ally membawa panel 7 inci dengan resolusi Full HD 1920 x 1080 piksel dan refresh rate hingga 120Hz. Kombinasi ini bikin tampilan game terlihat lebih tajam sekaligus mulus, terutama untuk game yang bisa berjalan dengan frame rate tinggi.

Steam Deck OLED memang hanya memiliki resolusi 1280 x 800 piksel dan refresh rate 90Hz. Namun, panel OLED memberikan warna yang lebih hidup, warna hitam lebih pekat, dan kontras yang lebih mantap.

Jadi, pilihannya cukup simpel. Kalau kamu mengejar resolusi dan refresh rate tinggi, ROG Ally lebih unggul. Namun, kalau lebih suka kualitas warna dan pengalaman visual khas OLED, Steam Deck jelas masih sangat menggoda.

Performa: ROG Ally Z1 Extreme Lebih Powerful

Untuk urusan performa mentah, ROG Ally Z1 Extreme berada di depan.

Handheld dari Asus ini menggunakan prosesor AMD Ryzen Z1 Extreme dengan arsitektur Zen 4 dan grafis RDNA 3. Chip tersebut punya delapan core CPU dan 12 compute unit GPU, sehingga mampu menangani berbagai game AAA dengan performa lebih tinggi.

Sementara itu, Steam Deck masih menggunakan APU custom berbasis Zen 2 dan RDNA 2. Performanya memang lebih rendah, tetapi hardware dan software-nya dirancang untuk bekerja sebagai satu kesatuan.

ROG Ally juga bisa menggunakan daya hingga 30W dalam Turbo Mode ketika terhubung ke charger. Sebaliknya, Steam Deck mentok di sekitar 15W.

Artinya, ROG Ally punya ruang performa yang jauh lebih besar. Namun, tenaga ekstra tersebut juga membawa konsekuensi berupa konsumsi daya yang lebih tinggi.

Resolusi ROG Ally vs Steam Deck

Layar Full HD milik ROG Ally memang terlihat keren di atas kertas. Namun, resolusi tinggi juga membuat hardware harus bekerja lebih keras.

Saat menjalankan game berat pada resolusi 1080p, performa ROG Ally bisa turun cukup signifikan. Karena itu, banyak pengguna memilih menurunkan resolusi atau mengaktifkan teknologi upscaling agar frame rate tetap stabil.

Steam Deck punya pendekatan berbeda. Resolusi 800p memang tidak setajam Full HD, tetapi lebih ringan untuk GPU. Hasilnya, performa game bisa terasa lebih konsisten meskipun hardware-nya tidak sekuat ROG Ally.

Jadi, ROG Ally menawarkan potensi performa lebih tinggi, sedangkan Steam Deck lebih jago memaksimalkan hardware yang dimilikinya.

Windows 11 vs SteamOS, Fleksibel atau Simpel?

Perbedaan sistem operasi menjadi salah satu faktor terpenting dalam memilih ROG Ally vs Steam Deck.

ROG Ally menjalankan Windows 11. Keuntungannya jelas: kamu bisa mengakses banyak platform game seperti Steam, Xbox, Epic Games Store, EA App, Ubisoft Connect, hingga layanan PC lainnya.

Kompatibilitas game juga lebih luas. Beberapa game online dengan sistem anti-cheat yang bermasalah di Linux umumnya bisa dimainkan lebih mudah di Windows.

Namun, Windows 11 bukan sistem operasi yang sejak awal dirancang untuk handheld. Navigasi menu, update, pop-up, hingga pengaturan tertentu terkadang masih terasa seperti menggunakan laptop kecil dengan controller.

Steam Deck menawarkan pengalaman yang lebih simpel lewat SteamOS. Interface-nya terasa lebih dekat dengan konsol: nyalakan perangkat, pilih game, lalu main.

Kekurangannya, SteamOS berbasis Linux sehingga tidak semua game bisa berjalan sempurna. Beberapa judul multiplayer dengan sistem anti-cheat tertentu masih bisa mengalami masalah kompatibilitas.

Kalau koleksi game kamu tersebar di banyak launcher, ROG Ally lebih fleksibel. Namun, kalau mayoritas game ada di Steam dan kamu ingin pengalaman yang praktis, Steam Deck lebih nyaman.

Kontrol dan Kenyamanan: Steam Deck Lebih Lengkap

Steam Deck memang lebih besar dan terlihat bulky, tetapi ukurannya dimanfaatkan dengan cukup baik.

Perangkat ini punya dua trackpad yang sangat berguna untuk game berbasis mouse, seperti strategi, simulasi, atau game PC lama. Ada juga empat tombol tambahan di bagian belakang yang bisa dikustomisasi.

ROG Ally tidak punya trackpad dan hanya menyediakan dua tombol belakang. Untuk game yang sudah mendukung controller penuh, hal ini mungkin bukan masalah besar.

Namun, kalau kamu suka memainkan game RTS atau judul yang membutuhkan banyak shortcut, Steam Deck menawarkan kontrol yang lebih fleksibel.

Dari sisi portabilitas, ROG Ally terasa lebih ringkas dan ringan dibawa. Sementara itu, Steam Deck lebih besar tetapi punya grip yang nyaman untuk sesi gaming panjang.

Baca Juga:
Rexus vs Logitech: Adu Harga, Performa, dan Kualitas
Keyboard Membran vs Mekanikal, Mana yang Lebih Worth It?

Baterai: Keduanya Tetap Punya Keterbatasan

Jangan berharap bisa memainkan game AAA seharian penuh tanpa charger. Baik ROG Ally maupun Steam Deck sama-sama punya keterbatasan dalam urusan baterai.

Pada mode performa tinggi, ROG Ally bisa menghabiskan baterai dengan cepat. Turbo Mode memang mampu meningkatkan performa, tetapi lebih cocok digunakan ketika perangkat terhubung ke charger.

Steam Deck cenderung lebih efisien pada daya rendah. Untuk game ringan atau indie, perangkat ini bisa menawarkan waktu bermain yang lebih panjang.

Secara umum, ROG Ally lebih cocok untuk gamer yang ingin memaksimalkan performa ketika dekat dengan sumber listrik. Steam Deck lebih ideal untuk pengguna yang mengutamakan efisiensi saat bermain secara portabel.

Harga: Steam Deck Lebih Ramah di Kantong

Harga menjadi salah satu alasan kenapa Steam Deck masih sangat menarik.

Steam Deck punya beberapa varian dengan harga yang relatif lebih terjangkau, terutama jika dibandingkan dengan ROG Ally kelas atas. Steam Deck OLED memang lebih mahal dibanding model LCD, tetapi masih menawarkan kombinasi layar, baterai, dan pengalaman gaming yang menarik.

ROG Ally Z1 Extreme biasanya dibanderol lebih mahal. Namun, harga tersebut dibayar dengan performa lebih tinggi, layar Full HD 120Hz, serta kompatibilitas Windows yang lebih luas.

Kalau budget menjadi pertimbangan utama, Steam Deck lebih mudah direkomendasikan. Namun, kalau kamu rela membayar lebih untuk performa dan fleksibilitas, ROG Ally lebih menggoda.

ROG Ally vs Steam Deck, Mana yang Cocok untuk Kamu?

Secara sederhana, ROG Ally cocok untuk gamer yang menginginkan performa tinggi, layar tajam, refresh rate 120Hz, serta akses ke lebih banyak game dan launcher melalui Windows 11.

Steam Deck lebih cocok untuk pengguna yang mengutamakan pengalaman gaming simpel, kontrol lengkap, efisiensi daya, dan interface yang terasa seperti konsol.

Untuk game AAA berat dan koleksi game dari banyak platform, ROG Ally punya keunggulan. Sementara itu, untuk game indie, strategi, simulasi, atau pengguna dengan library Steam yang besar, Steam Deck masih sangat sulit dikalahkan.

Baca Juga:
Steam vs Epic Games Store, Mana Lebih Worth It?
The Witcher 3 vs Red Dead Redemption 2, Mana yang Lebih Seru?

Pertarungan ROG Ally vs Steam Deck sebenarnya tidak punya satu pemenang mutlak karena keduanya menawarkan keunggulan yang berbeda.

ROG Ally Z1 Extreme unggul dalam performa, resolusi layar, refresh rate, dan kompatibilitas game berkat Windows 11. Di sisi lain, Steam Deck menawarkan pengalaman yang lebih simpel, kontrol lebih lengkap, efisiensi daya lebih baik, dan harga yang cenderung lebih ramah.

Kalau kamu ingin handheld gaming PC paling powerful dan fleksibel, ROG Ally lebih cocok. Namun, kalau kamu mencari perangkat yang praktis, nyaman, dan tinggal dipakai main tanpa banyak ribet, Steam Deck masih menjadi pilihan yang sangat solid.

Jadi, kamu tim performa maksimal bersama ROG Ally atau tim gaming simpel bersama Steam Deck?

Buat kamu yang nggak mau ketinggalan informasi terbaru seputar teknologi, gadget, bisnis, dan dunia digital, follow Instagram SEO Ultra Digital Marketing Agency untuk mendapatkan lebih banyak insight menarik lainnya!

ROG Ally vs Steam Deck, Mana yang Lebih Worth It