Harga Bitcoin baru-baru ini menembus rekor tertinggi meski situasi ekonomi dunia lagi penuh ketidakpastian. Meskipun suku bunga dan yield obligasi naik serta kepercayaan konsumen merosot, Bitcoin tetap menguat.
Lonjakan Yield Obligasi di AS dan Jepang
Di AS, yield obligasi 30 tahun sempat mencapai level tertinggi sejak 2007, mencerminkan kekhawatiran soal inflasi dan beban utang pemerintah yang kini melewati US$ 36,8 triliun. Pemerintah bisa memangkas suku bunga atau jalankan quantitative easing, tapi The Fed terlihat enggan melunak karena risiko inflasi baru. Sementara di Jepang, yield 30 tahun melonjak ke rekor, membuat premier menyebut fiskal mereka ‘lebih parah dari Yunani’. Kondisi ini bikin dana pensiun dan asuransi besar mulai rethink strategi mereka, bahkan berpotensi membuang obligasi AS.
Biasanya kenaikan yield bikin aset berisiko tertekan, tapi kali ini saham dan Bitcoin naik bersamaan. ETF Bitcoin Spot kini kelola dana lebih dari US$ 104 miliar, tanda institusi besar makin percaya Bitcoin bukan cuma untuk spekulasi, tapi juga sebagai “safe haven” yang netral secara politik.
Baca Juga
Harga Bitcoin Nyaris Cetak Rekor , TRUMP Token Ikutan Panas!
Pasar Kripto Mulai Ramai, Tapi Jangan Gegabah Beli Altcoin!
Harga Bitcoin Setelah Cetak Rekor
Tesla, yang sempat akuisisi Bitcoin senilai US$ 1,5 miliar awal 2021 dan terima BTC sebagai metode bayar sebelum dihentikan, sampai sekarang masih pegang 11.509 BTC (sekitar US$ 1,25 miliar). Meski sering fluktuasi, mereka tidak buru-buru jual, justru menunjukkan keyakinan institusi besar pada daya tahan Bitcoin.
Usai tembus all-time high di atas US$ 111.000, harga Bitcoin turun tipis ke US$ 109.448 sebelum rebound. Volume transaksi sempat melemah hampir 13% dalam 24 jam, tapi dengan kapitalisasi pasar US$ 2,17 triliun, Bitcoin tetap jadi raja aset digital. Beberapa “whale” seperti James Wynn bahkan berencana tambah posisi, menegaskan mood bullish di kalangan besar.
Tren Altcoin dan Koin Meme
Saat Bitcoin cetak rekor, banyak investor melirik altcoin demi potensi keuntungan lebih besar. Dalam dua minggu terakhir Bitcoin berusaha menembus resistensi US$ 105.000 dan akhirnya sukses, sementara altcoin hanya naik tipis. Koin meme seperti Dogecoin dan Shiba Inu masih stagnan—DOGE belum lepas dari zona support US$ 0,16–0,19 dan SHIB meski volume melonjak, masih tertahan di bawah tren menurun. Jika Bitcoin terus kuat, barulah altcoin mungkin ikutan reli.
Baca Juga:
Update Kripto 2025: Ramai Banget, Ada Apa Aja?
Harga Bitcoin Lagi Stabil di Sekitar US$ 102.000, Apa Kata Analis?
Di tengah gejolak makro dan lonjakan yield obligasi, Bitcoin malah menunjukkan kekuatannya sebagai aset ganda: peluang spekulasi tinggi sekaligus pelindung nilai saat sistem konvensional goyah. Sementara institusi besar seperti Tesla dan pengelola ETF semakin percaya, altcoin dan koin meme mungkin baru ikutan hype bila sang raja kripto terus memimpin.
–––
Ikuti update dan insight digital marketing lainnya di Instagram kami:
https://www.instagram.com/seoultra.id/
–––
Dibuat khusus oleh SEO Ultra Digital Marketing Agency
