Pasar mata uang kripto menunjukkan tanda-tanda stabilitas meskipun mengalami fluktuasi harga dalam beberapa waktu terakhir. Saat ini, total kapitalisasi pasar mencapai sekitar US$ 3,3 triliun. Namun, volume perdagangan harian mengalami penurunan sebesar 1,66 persen menjadi US$ 124,18 miliar.

Sentimen pasar tetap berada pada posisi netral, seperti yang dilaporkan oleh thecurrentanalytics.com. Hal ini terlihat dari nilai Fear and Greed Index yang berada di angka 51, mencerminkan keseimbangan antara optimisme dan kehati-hatian di kalangan investor.

Performa Bitcoin di 2024

Sebagai mata uang kripto terbesar, Bitcoin (BTC) menghadapi penurunan harga sebesar 2,11 persen dalam 24 jam terakhir dan saat ini dihargai US$ 94.290. Menariknya, volume perdagangan Bitcoin justru meningkat sebesar 5,19 persen mencapai US$ 48,39 miliar.

Tekanan tambahan juga muncul dari aliran dana keluar dari ETF Bitcoin pada hari Jumat. Total dana yang ditarik mencapai US$ 287 juta, dengan Fidelity memimpin penarikan sebesar US$ 208 juta, diikuti oleh Ark & 21Shares sebesar US$ 112 juta, dan Bitwise Bitcoin ETF sebesar US$ 36 juta. Aliran keluar ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap pergerakan harga Bitcoin dan prospek jangka panjangnya.

Baca Juga:
Mata Uang Kripto Meroket di 2024, Bagaimana di 2025?
Bagaimana Prospek Kripto di Tahun 2025?

Dalam lima hari terakhir, Bitcoin mencatat kenaikan kecil sebesar US$ 276,59 atau 0,29 persen. Harga Bitcoin sebelumnya berada di US$ 94.145 dan diperdagangkan dalam kisaran US$ 94.027 hingga US$ 95.094 pada hari terakhir. Sepanjang tahun, Bitcoin menunjukkan volatilitas dengan harga terendah di US$ 38.521 dan tertinggi di US$ 108.268. Saat ini, kapitalisasi pasar Bitcoin mencapai US$ 1,882 triliun dengan pasokan beredar sebesar 19,80 juta BTC. Volume perdagangan dalam 24 jam terakhir mencapai US$ 29,72 miliar.

Secara keseluruhan, sentimen pasar yang netral menunjukkan bahwa investor masih menunggu katalis baru untuk memengaruhi pergerakan harga. Jika kondisi eksternal membaik, pasar kripto berpotensi untuk memasuki fase bullish dalam waktu dekat.

Tantangan Regulasi Pasar Kripto di Tahun 2024

Total kapitalisasi pasar kripto hampir menggandakan nilainya pada tahun 2024, dengan adopsi yang lebih luas diproyeksikan pada tahun 2025. Namun, kelanjutan momentum ini sangat bergantung pada efektivitas pemerintahan Donald Trump dalam menciptakan jalur regulasi yang lebih jelas. Langkah ini dianggap penting untuk mendukung perkembangan industri mata uang kripto.

Pada tahun 2024, pasar kripto mencatat lonjakan signifikan dengan peningkatan lebih dari 90% dalam total kapitalisasi pasar. Pertumbuhan ini didorong oleh peluncuran spot ETF Bitcoin dan Ethereum, yang berhasil menarik arus masuk bersih masing-masing sebesar US$36,4 miliar dan US$2,4 miliar hingga 19 Desember. Arus investasi ini menjadi motor utama perkembangan pesat dalam ekosistem kripto.

Ketidakpastian Regulasi Pasar Kripto di Masa Depan

Meskipun pemerintahan Trump dianggap ramah terhadap kripto, potensi reformasi regulasi yang signifikan masih belum pasti. Beberapa pelaku pasar memperkirakan pemerintahan ini akan menggantikan regulator yang cenderung skeptis terhadap kripto dengan individu yang lebih sejalan dengan kebijakan pro-kripto.

Trump telah mengisyaratkan pergeseran dari peraturan berbasis penegakan hukum ke pendekatan legislatif yang bertujuan untuk mengurangi ketidakpastian bagi investor. Sebagai bagian dari perubahan ini, Paul Atkins, yang dikenal mendukung kripto, diusulkan untuk menggantikan kepala SEC Gary Gensler, yang akan mundur pada 20 Januari.

Pengaruh Regulasi pada Adopsi Pasar Kripto

Kerangka regulasi akan menjadi elemen kunci dalam mendorong adopsi kripto. Indikator utama seperti volume perdagangan, data on-chain, dan total nilai terkunci (TVL) dalam ekosistem keuangan terdesentralisasi (DeFi) menjadi metrik penting yang perlu diperhatikan untuk memahami perkembangan sektor ini.

Baca Juga:
Whale Borong Bitcoin dan HYPE, Apa Motivasinya?
Harga Bitcoin Menguat dan Transaksi Whale pada Token HYPE

Regulasi yang transparan dapat menarik perhatian investor terhadap mata uang kripto di luar Bitcoin. Namun, ketidakpastian kebijakan makroekonomi berpotensi memicu volatilitas di pasar aset berisiko, yang dapat menghalangi prospek optimis masa depan industri kripto.

Tagged in: