Multi-Level Marketing (MLM) adalah metode penjualan bisnis yang dikenal juga sebagai pemasaran bertingkat dalam bahasa Indonesia. Bisnis ini sering kali membuat orang bingung apakah itu legal atau tidak. Mari kita eksplorasi lebih dalam mengenai bisnis Multi-Lever Marketing.
Definisi Multi-Level Marketing
Menurut Corporate Finance Institute, metode pemasaran ini memanfaatkan tenaga kerja tanpa gaji dengan sistem komisi berbentuk piramida. Strategi ini, juga dikenal sebagai pemasaran jaringan atau pemasaran rujukan, mengandalkan penjualan langsung dan pengembangan jaringan distributor untuk menjual produk lebih lanjut.
Baca Juga:
Apa Perbedaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Indonesia?
6 Kunci Sukses Bisnis Kuliner UMKM
Tujuan dan Contoh Bisnis MLM
Tujuan Bisnis MLM
Fokus utama dari sistem pemasaran ini adalah membangun basis pelanggan yang luas dengan biaya penjualan yang rendah. Secara ringkas, metode ini bertujuan untuk mengoptimalkan profitabilitas dari penjualan produk.
Contoh Perusahaan MLM
Beberapa perusahaannya di Indonesia meliputi:
- Tupperware
- Herbalife
- Nu Skin
- Oriflame
- Jeunesse Global
- Amway
Kelebihan dan Kekurangan MLM
Kelebihan
Berdasarkan Indeed Career, metode ini menawarkan beberapa keuntungan:
- Potensi penghasilan yang baik melalui jaringan distributor independen.
- Biaya penjualan yang lebih rendah karena tidak ada gaji tetap untuk distributor.
- Persediaan yang lebih sedikit berkat penggunaan teknologi seperti internet dan dropshipping.
Kekurangan
Menurut MLM Trend, ada beberapa kekurangan dalam metode ini:
- Investasi awal yang tinggi untuk inventaris produk.
- Risiko tampak seperti skema piramida yang dapat menjauhkan calon pembeli.
- Tingginya tingkat perputaran karyawan dan tekanan untuk menjual serta merekrut.
- Kontrol terbatas akibat aturan ketat dari perusahaan.
MLM vs Skema Piramida
Model bisnis ini sering dianggap sebagai skema piramida. Perbedaan utamanya adalah bahwa model ini lebih mengutamakan penjualan produk, sementara skema piramida berfokus pada perekrutan. Jika sebuah perusahaan hanya menekankan pada perekrutan anggota, hal tersebut dapat dianggap sebagai skema piramida.
Baca Juga:
Bagaimana Meningkatkan Pertumbuhan Bisnis dengan Efektif?
5 Bisnis Mudah dan Menguntungkan untuk Pemula
Ciri-Ciri Bisnis MLM yang Perlu Dihindari
Federal Trade Commission (FTC) memperingatkan untuk waspada terhadap bisnis yang:
- Mengklaim potensi penghasilan yang luar biasa besar.
- Mengandalkan perekrutan sebagai sumber utama uang.
- Menekan orang untuk bergabung tanpa informasi yang jelas.
- Mendorong pembelian produk yang tidak dapat dijual.
Sebelum bergabung, penting untuk melakukan riset dan memahami risiko serta manfaat MLM.
