Bitcoin (BTC) telah mengalami peningkatan signifikan sepanjang tahun ini, dengan kenaikan harga hampir 150 persen. Penyebab utama kenaikan ini meliputi meningkatnya permintaan, terbatasnya pasokan, dan pengaruh kebijakan ekonomi global.
Permintaan Tinggi dan Pasokan Terbatas
Lonjakan harga Bitcoin dipicu oleh permintaan yang terus meningkat di tengah pasokan yang terbatas, dengan ETF Bitcoin Spot berhasil mengumpulkan lebih dari US$ 36 miliar aset, menjadikan total nilai gabungan ETF Bitcoin melampaui US$ 120 miliar.
Baca Juga:
Bitcoin Akan Dibeli Microsoft? Begini Kata Pemegang Saham!
Mau Dibawa Kemana Bitcoin? Prediksi Kebijakan Donald Trump
Pasokan Bitcoin mengalami pertumbuhan yang lambat akibat meningkatnya kesulitan penambangan, yang membatasi produksi koin baru. Selain itu, jumlah Bitcoin yang tersedia di bursa terus menurun sepanjang tahun, menciptakan ketidakseimbangan antara permintaan yang tinggi dan pasokan yang terbatas, sehingga diproyeksikan akan mendorong harga Bitcoin ke level yang lebih tinggi di masa mendatang.
Perusahaan seperti MicroStrategy menunjukkan bagaimana Bitcoin dapat menjadi alat investasi korporasi yang kuat. Dengan strategi investasi berbasis Bitcoin, MicroStrategy telah berkembang dari skala kecil menjadi perusahaan bernilai US$ 90 miliar.
Pengaruh Kebijakan Ekonomi Global
Kebijakan ekonomi global, khususnya keputusan dari The Fed, memainkan peran penting dalam tren Bitcoin. Diperkirakan The Fed akan kembali memangkas suku bunga sebesar 0,25 persen pada pertemuan mendatang, sehingga total pemotongan suku bunga tahun ini mencapai 1 persen. Penurunan suku bunga ini sering mendorong investor untuk mengalihkan dana mereka dari aset dengan imbal hasil rendah ke aset berisiko seperti Bitcoin.
Namun, inflasi tetap menjadi tantangan besar. Data terbaru menunjukkan bahwa inflasi utama meningkat menjadi 2,7 persen, sementara inflasi inti berada di 2,2 persen. Tekanan inflasi ini dapat mendorong The Fed untuk mengambil sikap lebih berhati-hati (hawkish), meskipun mereka telah memangkas suku bunga.
Potensi Dampak Suku Bunga pada Harga Bitcoin
Jika The Fed mengadopsi sikap hawkish, lonjakan harga Bitcoin dapat melambat. Sebaliknya, jika kebijakan dovish terus berlanjut, Bitcoin kemungkinan besar akan mempertahankan momentum kenaikannya.
Secara teknikal, grafik harian Bitcoin menunjukkan tren positif dengan harga tetap berada di atas rata-rata pergerakan utama. Pola “cup and handle” yang terbentuk pada grafik mengindikasikan potensi kenaikan lebih lanjut. Namun, pola “rising wedge” yang sering dikaitkan dengan pembalikan tren mulai terlihat. Selain itu, indikator teknikal seperti MACD dan Relative Strength Index (RSI) menunjukkan divergensi bearish, yang mengindikasikan kemungkinan tekanan turun dalam jangka pendek.
Prediksi Harga Bitcoin
Analis memproyeksikan potensi koreksi harga Bitcoin ke level US$ 103.000 dalam waktu dekat, terutama setelah keputusan suku bunga The Fed. Meskipun demikian, prospek jangka panjang Bitcoin tetap cerah, didukung oleh permintaan yang kuat dan adopsi yang terus berkembang.
Bitcoin (BTC) berhasil mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di atas US$ 106.000, didorong oleh rencana presiden Amerika terpilih Donald Trump untuk membentuk cadangan strategis Bitcoin serta meningkatnya permintaan investor institusional.
Baca Juga:
MicroStrategy Tambah Cadangan Bitcoin, Menguasai 439.000 BTC
Bitcoin Mencapai Rekor Tertinggi Berkat Kebijakan Donald Trump
Pasar mata uang kripto yang sempat lesu di awal bulan kembali bergairah berkat data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan. Investor optimis bahwa The Fed akan memangkas suku bunga untuk ketiga kalinya pada keputusan mereka tanggal 18 Desember.
Dalam kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, aset digital seperti Sui Network (SUI) dan Stellar Lumens (XLM) menunjukkan performa menjanjikan. Kedua aset ini diproyeksikan dapat mencapai kapitalisasi pasar US$ 25 miliar dalam beberapa tahun ke depan.
Performa Sui Network (SUI)
Saat ini, Sui Network memiliki kapitalisasi pasar sebesar US$ 13,9 miliar. Untuk mencapai target US$ 25 miliar, nilai SUI perlu meningkat sekitar US$ 11,1 miliar. Sepanjang tahun 2023, harga SUI melonjak 521 persen, dengan kenaikan 175 persen hanya pada kuartal keempat.
Data dari Coinglass menunjukkan peningkatan minat investor terhadap SUI, yang tercermin dari:
- Volume perdagangan derivatif naik 69,57 persen menjadi US$ 2,83 miliar.
- Rasio long/short di Binance dan OKX melebihi 1,4, menunjukkan kepercayaan investor.
- Open Interest stabil di US$ 820 juta, mengindikasikan dukungan dari investor ritel dan institusional.
Kemitraan strategis dengan Franklin Templeton dan Babylon Labs telah memperkuat posisi SUI di sektor DeFi dan Web3. Integrasi dengan dompet seperti Phantom dan Backpack juga mempermudah akses jaringan SUI.
Performa Stellar Lumens (XLM)
Stellar Lumens saat ini memiliki kapitalisasi pasar US$ 12,87 miliar. Untuk mencapai target US$ 25 miliar, XLM perlu menambah sekitar US$ 12 miliar. Grafik harga XLM menunjukkan potensi breakout dari tren turun sejak 2017, yang secara historis sering diikuti oleh lonjakan harga.
Minat investor terhadap XLM juga terlihat dari data berikut:
- Volume perdagangan meningkat 68,92 persen menjadi US$ 643,21 juta.
- Open Interest naik 3,52 persen menjadi US$ 219,44 juta.
- Rasio long/short di Binance dan OKX berada di angka 2,11 dan 1,41, menandakan dominasi posisi beli.
Baca Juga:
10 Prediksi VanEck tentang Masa Depan Kripto di Tahun 2025
Berita Kripto Hari Ini: PEPE Coin Meroket dan Aksi Serok Whale
Korelasi antara XLM dan Ripple (XRP) juga menjadi faktor penting. Jika harga XRP melonjak, XLM diperkirakan akan mengikuti tren positif yang sama.
