Di balik kesuksesan Adidas vs Puma, tersimpan kisah keluarga yang sarat konflik. Dua kakak beradik asal kota kecil Herzogenaurach, Jerman—Rudolf (Rudi) Dassler dan Adolf (Adi) Dassler—awalnya bekerja sama mendirikan bisnis sepatu bernama Gebrüder Dassler Schuhfabrik pada era 1920-an. Usaha mereka berkembang pesat, bahkan berhasil membuat sepatu untuk atlet legendaris seperti Jesse Owens.

Namun, keakraban itu tak bertahan selamanya. Setelah 25 tahun bersama, Rudi dan Adi memutuskan untuk berpisah jalan, mengakhiri kolaborasi yang pernah gemilang. Hubungan mereka pun berubah menjadi persaingan panas yang membekas hingga ke akar masyarakat kota mereka.

Awal Perpecahan Adidas vs Puma

Banyak cerita beredar tentang penyebab utama retaknya hubungan kedua saudara ini. Ada yang bilang karena konflik internal keluarga, ada juga yang menyebut soal dugaan perselingkuhan Rudi dengan istri Adi. Isu lain menyebut bahwa keduanya berselisih terkait keterlibatan di Partai Nazi. Apa pun alasannya, perpecahan itu benar-benar tak bisa diperbaiki. Bahkan sampai Rudi meninggal pada 1974 pun, mereka tetap tak saling bicara.

Setelah berpisah, Adi mendirikan Adidas di seberang Sungai Aurach, sementara Rudi mengganti nama pabrik lamanya menjadi Puma. Secara harfiah dan emosional, sungai itu menjadi batas antara dua imperium yang dibangun dari akar yang sama.

Baca Juga:
Coca-Cola vs Pepsi: Persaingan Legendaris Dua Raksasa Soda
Uniqlo vs H&M: Mana yang Lebih Berkualitas?

Kota Kecil yang Ikut Terbelah

Persaingan antara Adidas dan Puma tak hanya terjadi di dunia bisnis, tapi juga membelah kota asal mereka. Warga Herzogenaurach, yang jumlahnya sekitar 23 ribu orang, ikut terbagi dua. Bahkan, pilihan tempat nongkrong, tukang daging langganan, hingga klub sepak bola yang didukung pun bisa jadi penanda “kubu” mana yang mereka bela.

Hubungan antar pekerja juga ikut panas. Jika ada karyawan Adidas yang menikah dengan pegawai Puma, mereka bisa jadi bahan omongan—bahkan dicemooh oleh rekan kerja dan keluarga. Dalam keseharian, Puma dianggap mewakili nilai Katolik dan politik konservatif, sedangkan Adidas dilihat sebagai simbol Protestan dan demokratis sosial.

Duel di Panggung Global

Meski penuh drama, rivalitas ini juga melahirkan inovasi besar di industri sepatu olahraga. Keduanya berlomba menggaet atlet-atlet top dunia. Puma sempat mendominasi dengan bintang-bintang seperti Pelé, Eusebio, Marco Reus, hingga Neymar. Di sisi lain, Adidas punya sederet nama besar mulai dari Franz Beckenbauer, Zinedine Zidane, hingga Lionel Messi.

Jumlah karyawan pun menunjukkan skala yang berbeda. Adidas tumbuh menjadi raksasa dengan lebih dari 39.000 pegawai, sementara Puma memiliki sekitar 9.000.

Baca Juga:
Vans vs Converse: Mana Sepatu yang Pas Buat Kamu?
Honda vs Toyota: Mana yang Lebih Cocok Buat Kamu?

Kisah dua bersaudara Dassler bukan hanya soal retaknya hubungan keluarga. Ini jadi bukti nyata bagaimana urusan pribadi bisa mengubah jalannya sejarah bisnis. Perseteruan Adidas vs Puma berhasil melahirkan dua merek ikonik yang sampai sekarang tetap bersaing sengit, baik di lapangan maupun di hati para pecinta olahraga.

Yuk, follow Instagram kami di @seoultra.id untuk konten menarik seputar digital marketing, sejarah brand besar, dan insight bisnis lainnya dari SEO Ultra Digital Marketing Agency!