Mencari “shrimp Jesus” di Facebook dapat mengarahkan Anda pada banyak gambar udang yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI) dan digabungkan dengan gambar Yesus Kristus. Beberapa dari gambar hiper-realistis ini bahkan telah meraih lebih dari 20.000 Likes dan komentar. Fenomena ini terkait dengan teori yang dikenal sebagai “dead internet”.

Teori “Dead Internet”

Teori ini berargumen bahwa banyak aktivitas dan konten di internet, termasuk akun media sosial, sebagian besar diciptakan dan diotomatisasi oleh “agen kecerdasan buatan”. Dalam pandangan ini, interaksi manusia yang otentik di internet telah tergantikan oleh bot dan algoritma. Konten yang kita konsumsi di media sosial dan situs web mayoritas dihasilkan oleh bot yang dirancang untuk meniru perilaku manusia. Algoritma juga berfungsi menyaring dan mengkurasi informasi, yang membentuk cara kita memahami dunia.

Baca Juga:
Aplikasi Apa Sih yang Paling Boros Pakai Kuota Data Internet?
Jaringan WiFi Nggak Muncul di Laptop? Gini Cara Atasinya!

Manipulasi Melalui Bot

Teori ini menunjukkan bahwa negara atau organisasi tertentu dapat memanipulasi internet untuk mengontrol populasi. Mereka menggunakan bot dan algoritma untuk menyebarkan propaganda, memanipulasi opini publik, dan mengendalikan informasi yang beredar. Meskipun tujuan dari akun-akun ini tampak jelas—untuk meningkatkan engagement media sosial dan pendapatan iklan—dampaknya bisa lebih serius, terutama karena media sosial kini menjadi sumber berita utama bagi banyak orang.

Disinformasi dan Dampaknya

Salah satu efek paling mencolok dari teori ini adalah proliferasi disinformasi. Dalam sebuah penelitian pada tahun 2018, terungkap bahwa bot di media sosial memiliki peran krusial dalam menyebarkan artikel dari sumber yang tidak terpercaya. Akun-akun dengan banyak pengikut dapat memberikan legitimasi pada informasi yang salah, sehingga membuat pengguna lebih cenderung percaya dan membagikannya. Fenomena seperti “shrimp Jesus” menjadi contoh bagaimana konten yang dihasilkan oleh AI dapat mengaburkan batas antara informasi yang benar dan palsu. Dengan kemajuan AI generatif seperti ChatGPT dan Gemini, konten palsu akan semakin sulit untuk diidentifikasi.

Baca Juga:
11 Cara Mudah Cek Koneksi Internet Tanpa Ribet!
Kenapa Gen Z Lebih Suka Cari Info di TikTok daripada Google?

Bukti dan Sanggahan

Teori “dead internet” memicu perdebatan mengenai keadaan internet saat ini. Beberapa bukti yang mendukung teori ini meliputi:

  • Meningkatnya akun bot di media sosial.
  • Kemampuan AI dalam menghasilkan konten yang mirip dengan manusia.
  • Penyebaran disinformasi di internet.

Namun, ada juga argumen yang menentang teori ini, seperti:

  • Dominasi aktivitas manusia di internet.
  • Pengaruh bot dan AI yang terbatas.
  • Internet tetap menjadi ruang untuk ekspresi dan inovasi.
Tagged in: