Kemarin, Selasa (29/7/2025), harga emas produksi Antam kembali melemah. Buat kamu yang rutin cek pergerakan logam mulia, pasti sadar kalau 1 gram Antam sekarang dibanderol Rp 1.906.000. Nilainya turun Rp 8.000 dibanding sebelumnya. Nggak berhenti di situ, penurunan ini juga memperpanjang tren negatif selama lima hari berturut-turut—totalnya udah susut Rp 64.000!

Yang bikin kaget, nilainya jadi yang paling rendah sejak 10 Juli 2025. Bahkan, nyaris turun dari Rp 1,9 juta dan mendekati Rp 1,8 juta per gram. Sementara itu, nilai buyback juga ikut turun ke Rp 1.752.000 per gram.

Harga Emas Dunia Juga Ikut Turun

Nggak cuma di dalam negeri, tren penurunan juga terjadi secara global. Di perdagangan dua hari lalu (28/7/2025), nilainya turun 0,66% ke angka US$3.314,04 per troy ons. Bahkan dalam empat hari terakhir, logam berharga ini udah kehilangan sekitar 3,4% nilainya.

Kemarin, harga di pasar spot masih terus turun ke US$3.312,49 per troy ons. Meski sore harinya sempat naik 0,36%, tetap saja posisi harga emas dunia masih di titik rendah dalam hampir tiga minggu terakhir.

Baca Juga:
Harga Emas Labil, Apa Penyebabnya?
Harga Emas Ambruk! Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Kenapa Emas Bisa Melemah?

Menurut analis, ada beberapa alasan kenapa harga emas lagi jeblok. Nih, kita jabarkan satu per satu:

1. Perdagangan Global Makin Kondusif

Jadi gini, biasanya emas jadi incaran saat dunia lagi nggak jelas alias penuh ketidakpastian. Tapi sekarang, Presiden AS Donald Trump udah mulai damai-damaian sama negara mitra dagangnya. Bulan Juli ini aja, Amerika udah tanda tangan kesepakatan dagang sama Jepang, Inggris, Vietnam, Indonesia, Filipina, sampai Uni Eropa.

Dampaknya? Pasar merasa lebih aman dan stabil, jadi investor mulai ninggalin aset safe haven kayak emas dan beralih ke instrumen lain yang dianggap lebih menguntungkan.

2. Dolar AS Lagi Tangguh

Selain itu, penguatan nilai tukar dolar AS juga jadi salah satu biang kerok. Setelah kesepakatan dagang diumumkan, indeks dolar (DXY) langsung naik dan sempat tembus ke 98,63.

Masalahnya, kalau dolar makin mahal, harga emas jadi terasa lebih mahal buat negara lain yang mau beli. Ini bikin permintaan turun dan harga ikut melemah. Tapi, menurut beberapa analis, penguatan dolar ini bisa jadi cuma sementara.

3. Pasar Nunggu Arah Suku Bunga The Fed

Yang terakhir, banyak investor lagi nunggu keputusan penting dari The Fed soal suku bunga. Kalau suku bunga tetap tinggi, otomatis emas makin nggak menarik karena nggak ada imbal hasil kayak bunga bank. Tapi kalau The Fed kasih sinyal bakal turunin suku bunga, harga emas bisa-bisa balik naik lagi.

Baca Juga:
Harga Emas Naik Turun: Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Harga Emas Loyo Lagi? Ini Penyebab dan Fakta Terbarunya!

Jadi, buat kamu yang punya atau mau investasi emas, sekarang bukan saatnya panik, tapi tetap waspada. Harga emas memang lagi digoyang banyak faktor: kondisi global yang stabil, dolar yang perkasa, dan keputusan The Fed yang masih ditunggu. Tapi bukan berarti emas nggak punya potensi naik lagi. Kuncinya: rajin pantau, jangan gegabah.

Follow Instagram @seoultra.id
Kalau kamu butuh insight digital marketing yang fresh dan strategi branding yang up-to-date, jangan lupa mampir ke Instagram kami: SEO Ultra Digital Marketing Agency. Banyak konten keren dan tips digital yang bisa bantu bisnismu naik kelas!

Tagged in:
, ,