Berinvestasi di emas atau perak sama-sama bisa bikin dompet tebal. Tapi, dua logam ini punya karakteristik yang cukup beda. Dalam pertarungan Emas vs Perak belakangan ini, harga emas sering pecah rekor dan bikin investor senyum lebar. Emas sendiri dikenal jadi aset safe haven alias penyelamat nilai di kala ekonomi gonjang-ganjing.
Emas: Investasi yang Naik Terus
Bayangin aja, kalau kamu beli emas 10 tahun lalu dan simpen sampai sekarang, cuan yang kamu kantongi pasti luar biasa. Dulu, harga emas Antam masih di kisaran Rp547 ribu per gram, sekarang udah mendekati 4 kali lipat! Per perdagangan Senin (7 Juli 2025) pagi, harga emas global di pasar spot ada di angka US$3.327,696 per troy ons. Sedangkan harga emas Antam sendiri pada Sabtu (5 Juli 2025) tembus Rp1.908.000 per gram.
Perak: Logam Mulia yang Lagi Naik Daun
Selain emas, perak juga nggak kalah menggiurkan. Perak bukan cuma dipakai buat perhiasan, tapi juga penting banget buat industri elektronik — yang bikin permintaannya naik terus. Ini bikin peluang investasi di perak semakin menarik.
Data terakhir Refinitiv nunjukin harga perak global (XAG) akhir pekan lalu (4 Juli 2025) ditutup di US$36,91 per troy ons. Dalam seminggu, harga perak lompat 2,58%, lebih kencang dari emas yang naik 1,94% ke US$3.336,34 per troy ons.
Baca Juga:
Investasi Emas: Cara Cerdas Buat Pemula Biar Gak Merugi
Gampang Banget! Cara Investasi Emas Buat Pemula
Negara Penghasil Perak Terbesar
Beberapa negara lagi ketiban untung karena produksi peraknya. Meksiko masih jadi rajanya produsen perak dunia dengan 202,2 juta ons — hampir seperempat pasokan global! Salah satu buktinya proyek Panuco dari Vizsla Silver Corp di Meksiko Barat Laut, yang diprediksi punya cadangan perak 201,4 juta ons.
China nyusul di posisi dua dengan 109,3 juta ons, lalu Peru di posisi tiga dengan 107,1 juta ons. Amerika Selatan juga nyumbang banyak lewat Chili (52 juta ons) dan Bolivia (42,6 juta ons).
Dolar AS Melemah, Harga Logam Naik
Kenapa harga emas dan perak bisa naik bareng-bareng? Salah satunya karena dolar AS lagi melempem. Minggu ini indeks dolar jatuh ke 9,17 — posisi terendah dalam tiga tahun. Dolar yang lemah bikin emas dan perak jadi lebih murah buat pembeli di luar AS, otomatis permintaan naik.
Presiden AS Donald Trump juga lagi bikin geger dengan rencana tarif dagang yang berubah-ubah. Awalnya Trump ancam tarif balasan 10-50% mulai April, tapi kemudian sebagian besar diturunin jadi 10% sampai 9 Juli biar ada waktu negosiasi. Selain itu, RUU pemotongan pajak Trump baru saja lolos di Kongres, bikin pasar tambah nggak pasti.
Prediksi “Meledak”-nya Harga Perak
Terbaru, penulis terkenal Robert Kiyosaki (Rich Dad Poor Dad) bilang perak bakal “meledak” harganya di Juli 2025. Dia nyebut perak sebagai “pembelian asimetris terbaik” karena potensi keuntungannya gede sementara risikonya kecil. “Semua orang bisa beli perak hari ini… tapi belum tentu besok,” tegasnya.
Baca Juga:
Rahasia Cuan Emas: Panduan dari Beli hingga Jual Kembali
Tips Memulai Investasi Emas Digital Agar Cuan
Baik emas maupun perak sama-sama menjanjikan buat investasi. Dalam duel Emas vs Perak, perak sekarang mulai jadi bintang baru karena perannya di industri dan harganya yang lebih terjangkau. Jadi, jangan cuma terpaku sama emas, karena perak juga punya peluang cuan yang nggak kalah besar!
✨ Mau update insight digital marketing terbaru? Yuk follow Instagram SEO Ultra Digital Marketing Agency di @seoultra.id!
