Sejumlah peneliti akademis dan penulis penelitian kini memanfaatkan perangkat kecerdasan buatan (AI) dalam praktik penelitian mereka. Meskipun demikian, terdapat kekhawatiran terkait potensi hilangnya keterampilan berpikir kritis, pelanggaran hak kekayaan intelektual (HKI), dan keraguan terhadap penyedia layanan AI.
Hasil Survei oleh Oxford University Press
Oxford University Press baru-baru ini melakukan survei terhadap lebih dari 2.000 peneliti dari berbagai disiplin ilmu dan jenjang karier. Survei ini bertujuan untuk memahami bagaimana komunitas penelitian merespons dan menggunakan AI dalam pekerjaan mereka. Beberapa temuan kunci dari survei ini meliputi:
- Sebagian besar peneliti telah menggunakan AI dalam beberapa bentuk.
- Banyak peneliti merasa skeptis terhadap perusahaan penyedia AI.
- Ada kekhawatiran mengenai isu kekayaan intelektual.
- Terdapat perbedaan pendapat antar generasi tentang AI.
- Peneliti merasa bingung dengan panduan yang ada.
- Lebih dari 66% peneliti merasakan manfaat dari penggunaan AI.
- Ada kekhawatiran bahwa AI dapat mempengaruhi kualitas penelitian.
- Penggunaan AI dianggap dapat mengurangi keterampilan berpikir kritis.
- Penting untuk mempertimbangkan implikasi penggunaan AI.
- Lebih dari separuh peneliti mencari panduan tentang AI dari komunitas akademis.
Baca Juga:
Gak Mau Stres? Coba Manfaatin AI!
Jangan Khawatir! 15 Pekerjaan Ini Aman dari AI hingga 2027
Alat AI untuk Penelitian Akademis
Perangkat AI dapat membantu peneliti dalam menemukan sumber baru untuk tinjauan pustaka atau tugas penelitian. Alat ini dapat mensintesis informasi dari basis data besar penelitian ilmiah untuk menemukan artikel yang relevan, sehingga menghemat waktu.
Berikut beberapa alat AI yang berguna untuk riset:
- Elicit: Menggunakan large language models (LLM) untuk mencari dan mengekstrak informasi penting dari makalah dan kutipan.
- Perplexity: Mesin pencari berbasis LLM yang memberikan jawaban dari AI, termasuk kutipan yang relevan.
- Consensus: Menggunakan LLM untuk membantu menemukan dan mensintesis jawaban atas pertanyaan penelitian.
- Semantic Scholar: Menyediakan ringkasan singkat dari tujuan dan hasil makalah.
- Research Rabbit: Alat pemetaan berbasis kutipan yang membantu menemukan makalah serupa melalui visualisasi.
Baca Juga:
Aplikasi AI untuk Bantu Kamu Belajar Matematika
AI: Manfaat, Ancaman, dan Bagaimana Kita Harus Beradaptasi
Apakah Anda sudah mencoba salah satu alat AI ini dalam penelitian akademis Anda?
