VanEck, sebuah perusahaan investasi global terkemuka, baru-baru ini merilis sepuluh prediksi penting tentang masa depan kripto di tahun 2025. Melalui platform X, mereka mengungkapkan bahwa tahun depan akan menjadi era transformasi besar di sektor kripto, ditandai oleh inovasi, perubahan regulasi, dan adopsi teknologi blockchain yang semakin meluas. Berikut adalah ringkasan prediksi mereka.
1. Pasar Kripto Diprediksi Memuncak Dua Kali
VanEck memperkirakan bahwa pasar kripto akan mengalami dua fase puncak di tahun 2025. Puncak pertama diprediksi terjadi pada awal tahun, sementara puncak tertinggi diproyeksikan terjadi di akhir tahun. Bitcoin diharapkan mencapai harga hingga US$ 180.000, Ethereum naik ke US$ 6.000, Solana menembus US$ 500, dan Sui melampaui US$ 10.
Baca Juga:
Berita Kripto Hari Ini: PEPE Coin Meroket dan Aksi Serok Whale
Bitcoin Akan Dibeli Microsoft? Begini Kata Pemegang Saham!
2. Amerika Serikat Mulai Merangkul Bitcoin
Dengan adanya perubahan kepemimpinan di Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC), Amerika Serikat diperkirakan mulai menggunakan Bitcoin sebagai bagian dari cadangan strategis negaranya. Selain itu, berbagai produk investasi kripto seperti ETP (Exchange-Traded Product), termasuk yang memungkinkan staking Ethereum, diharapkan mendapatkan persetujuan.
3. Sekuritas yang Ditokenisasi Akan Melonjak Tajam
Nilai aset sekuritas yang ditokenisasi diprediksi akan meningkat drastis, dari US$ 12 miliar di 2024 menjadi lebih dari US$ 50 miliar di tahun 2025. Perkembangan ini akan didorong oleh transisi dari blockchain privat menuju blockchain open-source yang lebih transparan.
4. Stablecoin Akan Merevolusi Sistem Pembayaran
Transaksi harian menggunakan stablecoin diperkirakan mencapai hingga US$ 300 miliar pada akhir 2025, naik tiga kali lipat dari angka saat ini. Stablecoin akan memainkan peran penting dalam perdagangan global, remitansi, dan pembayaran daring.
5. Peran AI dalam Blockchain Akan Meningkat
Tahun 2025 diprediksi akan menyaksikan munculnya lebih dari satu juta agen AI. Agen-agen ini, yang beroperasi secara otonom, akan digunakan dalam berbagai aktivitas seperti investasi, moderasi komunitas online, hingga permainan berbasis blockchain.
6. Teknologi Layer-2 Bitcoin Semakin Berkembang
Solusi Layer-2 untuk Bitcoin, yang bertujuan meningkatkan kecepatan transaksi, diperkirakan akan menyimpan nilai total hingga 100.000 BTC, meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
7. Ethereum Meningkatkan Kapasitas Teknologinya
Adopsi teknologi Layer-2 pada Ethereum diharapkan menghasilkan pendapatan sebesar US$ 1 miliar di tahun 2025. Inovasi ini didorong oleh pengembangan rollup yang lebih efisien serta meningkatnya penggunaan Ethereum untuk tokenisasi aset dan aplikasi perusahaan.
8. Keuangan Terdesentralisasi (DeFi) Capai Rekor Baru
DeFi diproyeksikan mencapai volume perdagangan hingga US$ 14 triliun, dengan total nilai terkunci sebesar US$ 200 miliar. Lonjakan ini akan didorong oleh token berbasis AI dan aplikasi yang dirancang untuk konsumen.
9. Pasar NFT Akan Bangkit Kembali
Setelah sempat lesu, perdagangan NFT diperkirakan pulih dan mencapai nilai hingga US$ 30 miliar di tahun 2025. Proyek seperti Pudgy Penguins dan Miladys, yang memiliki komunitas kuat, akan memimpin kebangkitan ini.
10. Aplikasi Blockchain (dApps) Akan Menjadi Lebih Kompetitif
Token aplikasi blockchain (dApp) diproyeksikan menyusul kinerja token Layer-1 seperti Ethereum dan Bitcoin. Inovasi dalam aplikasi berbasis AI serta infrastruktur fisik terdesentralisasi menjadi pendorong utama perkembangan ini.
Baca Juga:
Mau Dibawa Kemana Bitcoin? Prediksi Kebijakan Donald Trump
Harga Bitcoin Catat Rekor Baru, Tapi Volatilitas Tinggi Jadi Sorotan
Prediksi VanEck memberikan gambaran menarik tentang masa depan kripto, termasuk perkembangan teknologi blockchain. Jika terwujud, tahun 2025 bisa menjadi tonggak penting bagi dunia kripto, menghadirkan peluang inovasi baru dan perluasan adopsi teknologi secara global.




